Wednesday, May 13, 2009

Melihat langit dengan cakrawala sebagai batasnya

Nick Vujicic said, "If I can trust in God with my circumstances, then you can trust in God in your circumstances..The greatest joy of all is having Jesus Christ in my life and living the Godly purpose He has for me."

Melihat pernyataan diatas, membuat gw sedikit bergidik..Seorang Nick yang terlahir tanpa tangan dan kaki, bisa berpikir seluas itu. Ketika dia menjadikan dirinya sebagai indikator dari suatu keterbatasan, gw udah ngga bisa ngomong apa-apa lagi. Membuat gw merasa betapa gw kurang dalam mengucap syukur untuk semua yang udah gw punya, yang udah Tuhan percayakan buat gw.
Plus membuat gw tersadar bahwa selama ini gw dengan keterbatasan yang ngga seberapa (jika dibandingkan denga Nick), masih aja belum melayani Tuhan dengan sepenuh hati gw. Belum mempercayakan hidup gw sepenuhnya di tanganNya.
Nick bisa berkata seperti itu pastilah dengan suatu proses, proses pembelajaran yang tiada henti di hidupnya. Proses pembentukan Tuhan yang biasanya kita rasakan sangat keras, tapi memiliki tujuan yang lembut di dalamnya.
So, guys, yuks kita mulai perlahan-lahan untuk tidak melihat kelemahankita sebagai keterbatasan, tetapi melihatnya sebagai alat Tuhan untuk tetap memuliakan namanNya.

All the glory always unto Him