Tuesday, September 14, 2010

bergerak atau mati

80 km / jam
tancaaaappp....gas terussss....melesat....terbakar...
60 km / jam
masih tersenyum...walaupun terengah-engah... berusaha meyakinkan diri..ayo maju...
50 km / jam
mulai melambat... tapi masih bisa terkejar...mulai banyak yang menyusul....cemas...gerakan yang tidak perlu dilakukan...malah makin melambatkan langkah
40 km / jam
kehabisan energi....jenuh... ingin melambat..ingin merebahkan kepala,,,
20 km / jam
sangat lambat..berpikir untuk berhenti...apakah waktunya beristirahat...
satu sisi yang lain pun menolak...tidak!! bukan ini saatnya! belum waktunya!
40 km / jam
berusaha menambah kecepatan..terseok-seok..yao pasti bisa....
41, 41, 43, 44, 45 km / jam
sedikit sekali progressnya...ayo tambah lagi....
50 km / jam
stabil....mulai mendapatkan suntikan energi....ingin mennambah kecepatan..tapi tunggu dulu!!..pikir masak-masak sebelum ikut melarut, meluruh, dan terhilang...pertimbangkan masak-masak...
51 km / jam
masih santai....sambil berpikir...berusaha mendapatkan suntikan dari sana sini...
52 km / jam
memutuskan...mari tingkatkan kecepatan..
60 km / jam
sudah mulai stabil..kecepatan prima...akankah...??

Tuesday, July 20, 2010

Kangen

Kangen

Suaramu yang menenangkan gemuruh di dadaku
Tatapanmu yang meneduhkan kalbuku
Sentuhanmu yang melembutkan hatiku
Pelukanmu yang menghangatkan duniaku

Merindu akan suaramu
Merindu akan tatapanmu
Merindu akan sentuhanmu
Merindu akan pelukanmu

Merindumu

Sunday, June 20, 2010

yakin?


Gelisah, tapi tidak ada setitik pun ragu
Bergetar, perlahan dengan irama yang teratur dan konstan
Bertanya - tanya, walau sebenarnya jawab itu telah ada di pelupuk mata
Terdiam, dengan hati tersenyum simpul dan keyakinan yang bertambah

Berhenti gelisah
Bergetar teratur
Mendapatkan jawab
Tetap terdiam, penuh keyakinan, tanpa setitik pun ragu

Bukan karena aku, kamu atau siapapun
Tapi, hanya karena Dia, yang dengan indahnya menuntun kedua anakNya yang terkasih ke tempat ini,  ke masa ini
Dan keduanya pun akan terus bersabar
Menunggu waktuNya..

Keep praying and keep focusing unto Him, not me, not us, only Him

Friday, April 30, 2010

Dibuang sayang - part 1

kubuka salah satu folder di hapeku..sudah tersimpan bertahun-tahun tanpa keberanian untuk membuangnya...banyak dalih yang kukeluarkan ketika sahabatku memaksaku untuk segera membuangnya ke tong sampah...tetapi hanya satu alasanku tetap menggenggamnya erat-erat, secercah keinginan untuk membungkus sedikit asa..padanya...

kuberanikan untuk membuka sms pertama,
"1 HATI, 1hal yang terus ada di benakku..Saat di mana kau mau terus ada disampingku, menerimaku apa adanya, setiap saat selalu memberi dukungan padaku. Entah mengapa, sering aku tak habis pikir..Mengapa  Tuhan memberi kau disamping, entah mengapa, sering aku tak habis pikir, kalau aku tak layak untuk mendampingimu. Hanya 1hati yang terus tertuju pada BAPA DISURGA dan terus beryukur atas rahmatNYA, maka aku dapat mengerti hal ini. Happy 2nd month anniversary. Terimakasih Ti, buat 2 bulan ini , aku senang dan bersyukur sama Tuhan"
Ya, 2 bulan yang menyenangkan....masih terbayang gugup dalam raut mukanya ketika pertama kali kami berkencan...saat mengingat itu aku pun tertawa geli, membayangkan kembali kegugupan kami berdua, senyum simpul dan tawa renyah disana sini, mengudarakan pada dunia, bahwa kami sedang jatuh cinta..
kucari tombol >option>delete..yes/no..sambil menarik napas, kutekan tombol >yes

perlahan pun kubuka sms kedua,
"Malam ini bintang tidak bersinar terang di langi"t.Tetapi kamu selalu bersinar terang buat aku. Thanks a lot for everything. Semua sangat berati buat gw. Mau kan terus menjadi bintang yang bersinar untuk aku?"
Permintaan yang sederhana dan saat itu rasanya ingin aku berteriak dan berkata "Ya, pastinya aku mau jadi bintang yang bersinar untukmu sayang". Mmmm...masa yang penuh dengan gejolak dan tanpa banyak kerumitan. Sms ke tiga ini dia kirimkan bukan dalam rangka anniversary kami, tapi entah mengapa di satu malam dia mengirimkan hal ini...lagi memikirkanku katanya saat itu...tersenyum simpul ketika aku mengingat masa itu.. Tetapi misi harus terus dijalankan..kutekan tobol >delete>yes sambil memantapkan hati.


kuambil cangkir kopiku yang mulai mendingin, dan kubuka sms ke tiga,
"What a wonderful 3 months when you say yes, and 5 months when I say I love you. Thanks for everything. hope God bless our love forever.Happy 3rd months anniversary. Love you so Kinanti"
Mmmm...3 bulan yang manis...masih seumur jagung kata orang tua, tapi terasa sudah bertahun-tahun dan berharap untuk selamanya. Harapan yang muluk untuk usia hubungan yang baru 3 bulan. Tapi ya namanya pasangan yang dilanda asmara, apapun dimaklumkan. Tetapi saat ini, aku tetap harus menjalankan misi, dengan berlambat-lambat kucari tombol >delete dan >yes

Masih ada beberapa sms lagi, ingin rasanya segera berhenti dan beralih mengerjakan hal yang lainnya. Namun jari-jari terus kupaksakan untuk bergerak ke sms berikutnya, daripada kutunda-tunda lagi. Sms ke empat pun ku buka,
"Aku yakin bisa hidup dan ngejalanin semua walau kamu ngga ada di sampingku..Tapi aku benar-benar ngga mau ngejalanin hidup yang kayak gitu. Aku maukita selalu bersama dan Tuhan yang tetap jadi Pemandu..happy 5th month anniversary"
Lima bulan terasa sangat cepat...Lima bulan yang hangat namun tetap bersemangat. Saat itu jari-jemari pun mulai ditautkan sembari menjalin cinta di hati masing-masing. Kembali ke ruang tamuku, aku pun menarik napas panjang sembari mencari tomobol >delete>yes

seruputan terakhir kuhabiskan, sambil menekan tombol untuk membuka sms berikutnya,
"Setelah Yesus Kristus dan keluarga, kamu adalah hal yang terindah dalam hidupku yang Tuhan kasih. Aku benar-benar sayang sama kamu. Aku ngga mau ngecewain kamu sedikitpun, sayang..sayang..sayang..sayang.."
Sungguh kata-kata yang indah dan tulus, hanya sayangnya perbuatan itu sulit sekali mengikuti perkataan...cepat-cepat kutekan tombol >delete>yes dengan harapan bisa menghilangkan rasa sakit yang pernah ada...

Langsung dengan cepat akupun membuka sms ke enam,
"Ngga tau mau ngomong apa. Kamu ati-ati ya di sana. Jaga diri, jangan pernah lupa berdoa. Aku juga sudah, aku juga cuma bisa berdoa dan tetap berkomunikasi sama kamu. Aku sayang banget sama kamu. Aku pasti setia nungguin kamu. Love you."
Teringat kala itu, di kereta menuju pedalaman Jawa, segera setelah ia mencium dahiku tanda selamat jalan, ia pun mengirim sms ini. Sms yang manis dan aku pun membacanya berulang kali, dari sejak berangkat, hingga pulang 2 bulan kemudian. Titik balik di mana semua berubah. Saat-saat terakhir dimana kami saling memiliki. setelah itu semuanya terasa berbeda. Titik balik dimana dimulai semua air mata dan kesepian.Tombol >delete>yes pun kutekan sambil menghapus butiran halus di pipiku

tak terasa sudah tiba di sms yang ke tujuh,
"makasih ya buat selalu ada di samping aku. Sorry kalau hari Rabu kemarin aku ngeselin. Tapi emang aku lagi kesel banget..Selalu ada di samping aku ya..mendukung aku dan mengingatkan aku..Love you..have a nice day.."
tersenyum simpul aku saat membacanya...aku ingat saat itu, pertengkaran pertama kami setelah berbulan-bulan menjalin hubungan. Pertangkaran kecil sebenarnya, hanya karena aku memutuskan tidak makan bersamanya di siang harinya, dan di sore harinya dia merasa kalau aku mengacuhkan dia dan memilih mengobrol dengan teman-temanku. Dan hasilnya dia ngambek. hahahahah...aku langsung minta maaf dan dibalas deengan sms tadi...mmmm...senang sekali setiap dia mengatakan I love you walaupun  hanya di sms saja..Dan aku pun segera beranjak dari pikiran itu dan cepat-cepat mencari tombol >delete>yes, sebelum aku menyesal melakukan ini semua.

to be continued...

Gracious..

gracious...

feel grateful for all things happened in the past...
Which allows me to be a stronger person than before..
Shaped and sharpened my mind, heart, and attitude..
me now is the result of the process...and the process is still going on..and on..and on...

Thursday, April 29, 2010

penyesalan selaludatang di belakang

yang namanya penyesalan selalu ada di belakang, kata guru SMA saya kalau datangnya di depan namanya antisipasi....

agak bingung ketika diperhadapkan dengan situasi yang sama2 baik, ketika ingin melakukan keduanya, merasa mendua hati, takut tidak dapat mengejar keduanya...tapiiiiiii...ketika realita datang dan ternyata keduanya bisa diraih secara bersamaan, rasa sesal pun datang... keputusan di awal untuk mendahulukan yang satu dari yang lain disesalkan di kemudian....

hufhhh...

masih terus belajar untuk mengikuti kata hati....

Thursday, February 18, 2010

Satu sapaan, membuat ku tersenyum
Satu sapaan, memberikan secercah cahaya
Satu sapaan, menyejukkan lidah yang kering

Satu kata, membuatku tersenyum
Satu kata, mengantarkan sebuncah energi
Satu kata, melimpahkan kesegaran

Satu perhatian, membuatku tersenyum
Satu perhatian, melenyapkan keletihan
Satu perhatian, menyerap kepenatan

Satu sapaan, satu kata, satu perhatian membuatku berhenti, dan tersenyum

great,19 Feb 2010