kubuka salah satu folder di hapeku..sudah tersimpan bertahun-tahun tanpa keberanian untuk membuangnya...banyak dalih yang kukeluarkan ketika sahabatku memaksaku untuk segera membuangnya ke tong sampah...tetapi hanya satu alasanku tetap menggenggamnya erat-erat, secercah keinginan untuk membungkus sedikit asa..padanya...
kuberanikan untuk membuka sms pertama,
"1 HATI, 1hal yang terus ada di benakku..Saat di mana kau mau terus ada disampingku, menerimaku apa adanya, setiap saat selalu memberi dukungan padaku. Entah mengapa, sering aku tak habis pikir..Mengapa Tuhan memberi kau disamping, entah mengapa, sering aku tak habis pikir, kalau aku tak layak untuk mendampingimu. Hanya 1hati yang terus tertuju pada BAPA DISURGA dan terus beryukur atas rahmatNYA, maka aku dapat mengerti hal ini. Happy 2nd month anniversary. Terimakasih Ti, buat 2 bulan ini , aku senang dan bersyukur sama Tuhan"
Ya, 2 bulan yang menyenangkan....masih terbayang gugup dalam raut mukanya ketika pertama kali kami berkencan...saat mengingat itu aku pun tertawa geli, membayangkan kembali kegugupan kami berdua, senyum simpul dan tawa renyah disana sini, mengudarakan pada dunia, bahwa kami sedang jatuh cinta..
kucari tombol >option>delete..yes/no..sambil menarik napas, kutekan tombol >yes
perlahan pun kubuka sms kedua,
"Malam ini bintang tidak bersinar terang di langi"t.Tetapi kamu selalu bersinar terang buat aku. Thanks a lot for everything. Semua sangat berati buat gw. Mau kan terus menjadi bintang yang bersinar untuk aku?"
Permintaan yang sederhana dan saat itu rasanya ingin aku berteriak dan berkata "Ya, pastinya aku mau jadi bintang yang bersinar untukmu sayang". Mmmm...masa yang penuh dengan gejolak dan tanpa banyak kerumitan. Sms ke tiga ini dia kirimkan bukan dalam rangka anniversary kami, tapi entah mengapa di satu malam dia mengirimkan hal ini...lagi memikirkanku katanya saat itu...tersenyum simpul ketika aku mengingat masa itu.. Tetapi misi harus terus dijalankan..kutekan tobol >delete>yes sambil memantapkan hati.
kuambil cangkir kopiku yang mulai mendingin, dan kubuka sms ke tiga,
"What a wonderful 3 months when you say yes, and 5 months when I say I love you. Thanks for everything. hope God bless our love forever.Happy 3rd months anniversary. Love you so Kinanti"
Mmmm...3 bulan yang manis...masih seumur jagung kata orang tua, tapi terasa sudah bertahun-tahun dan berharap untuk selamanya. Harapan yang muluk untuk usia hubungan yang baru 3 bulan. Tapi ya namanya pasangan yang dilanda asmara, apapun dimaklumkan. Tetapi saat ini, aku tetap harus menjalankan misi, dengan berlambat-lambat kucari tombol >delete dan >yes
Masih ada beberapa sms lagi, ingin rasanya segera berhenti dan beralih mengerjakan hal yang lainnya. Namun jari-jari terus kupaksakan untuk bergerak ke sms berikutnya, daripada kutunda-tunda lagi. Sms ke empat pun ku buka,
"Aku yakin bisa hidup dan ngejalanin semua walau kamu ngga ada di sampingku..Tapi aku benar-benar ngga mau ngejalanin hidup yang kayak gitu. Aku maukita selalu bersama dan Tuhan yang tetap jadi Pemandu..happy 5th month anniversary"
Lima bulan terasa sangat cepat...Lima bulan yang hangat namun tetap bersemangat. Saat itu jari-jemari pun mulai ditautkan sembari menjalin cinta di hati masing-masing. Kembali ke ruang tamuku, aku pun menarik napas panjang sembari mencari tomobol >delete>yes
seruputan terakhir kuhabiskan, sambil menekan tombol untuk membuka sms berikutnya,
"Setelah Yesus Kristus dan keluarga, kamu adalah hal yang terindah dalam hidupku yang Tuhan kasih. Aku benar-benar sayang sama kamu. Aku ngga mau ngecewain kamu sedikitpun, sayang..sayang..sayang..sayang.."
Sungguh kata-kata yang indah dan tulus, hanya sayangnya perbuatan itu sulit sekali mengikuti perkataan...cepat-cepat kutekan tombol >delete>yes dengan harapan bisa menghilangkan rasa sakit yang pernah ada...
Langsung dengan cepat akupun membuka sms ke enam,
"Ngga tau mau ngomong apa. Kamu ati-ati ya di sana. Jaga diri, jangan pernah lupa berdoa. Aku juga sudah, aku juga cuma bisa berdoa dan tetap berkomunikasi sama kamu. Aku sayang banget sama kamu. Aku pasti setia nungguin kamu. Love you."
Teringat kala itu, di kereta menuju pedalaman Jawa, segera setelah ia mencium dahiku tanda selamat jalan, ia pun mengirim sms ini. Sms yang manis dan aku pun membacanya berulang kali, dari sejak berangkat, hingga pulang 2 bulan kemudian. Titik balik di mana semua berubah. Saat-saat terakhir dimana kami saling memiliki. setelah itu semuanya terasa berbeda. Titik balik dimana dimulai semua air mata dan kesepian.Tombol >delete>yes pun kutekan sambil menghapus butiran halus di pipiku
tak terasa sudah tiba di sms yang ke tujuh,
"makasih ya buat selalu ada di samping aku. Sorry kalau hari Rabu kemarin aku ngeselin. Tapi emang aku lagi kesel banget..Selalu ada di samping aku ya..mendukung aku dan mengingatkan aku..Love you..have a nice day.."
tersenyum simpul aku saat membacanya...aku ingat saat itu, pertengkaran pertama kami setelah berbulan-bulan menjalin hubungan. Pertangkaran kecil sebenarnya, hanya karena aku memutuskan tidak makan bersamanya di siang harinya, dan di sore harinya dia merasa kalau aku mengacuhkan dia dan memilih mengobrol dengan teman-temanku. Dan hasilnya dia ngambek. hahahahah...aku langsung minta maaf dan dibalas deengan sms tadi...mmmm...senang sekali setiap dia mengatakan I love you walaupun hanya di sms saja..Dan aku pun segera beranjak dari pikiran itu dan cepat-cepat mencari tombol >delete>yes, sebelum aku menyesal melakukan ini semua.
to be continued...
Friday, April 30, 2010
Gracious..
gracious...
feel grateful for all things happened in the past...
Which allows me to be a stronger person than before..
Shaped and sharpened my mind, heart, and attitude..
me now is the result of the process...and the process is still going on..and on..and on...
feel grateful for all things happened in the past...
Which allows me to be a stronger person than before..
Shaped and sharpened my mind, heart, and attitude..
me now is the result of the process...and the process is still going on..and on..and on...
Thursday, April 29, 2010
penyesalan selaludatang di belakang
yang namanya penyesalan selalu ada di belakang, kata guru SMA saya kalau datangnya di depan namanya antisipasi....
agak bingung ketika diperhadapkan dengan situasi yang sama2 baik, ketika ingin melakukan keduanya, merasa mendua hati, takut tidak dapat mengejar keduanya...tapiiiiiii...ketika realita datang dan ternyata keduanya bisa diraih secara bersamaan, rasa sesal pun datang... keputusan di awal untuk mendahulukan yang satu dari yang lain disesalkan di kemudian....
hufhhh...
masih terus belajar untuk mengikuti kata hati....
agak bingung ketika diperhadapkan dengan situasi yang sama2 baik, ketika ingin melakukan keduanya, merasa mendua hati, takut tidak dapat mengejar keduanya...tapiiiiiii...ketika realita datang dan ternyata keduanya bisa diraih secara bersamaan, rasa sesal pun datang... keputusan di awal untuk mendahulukan yang satu dari yang lain disesalkan di kemudian....
hufhhh...
masih terus belajar untuk mengikuti kata hati....
Thursday, February 18, 2010
Satu sapaan, membuat ku tersenyum
Satu sapaan, memberikan secercah cahaya
Satu sapaan, menyejukkan lidah yang kering
Satu kata, membuatku tersenyum
Satu kata, mengantarkan sebuncah energi
Satu kata, melimpahkan kesegaran
Satu perhatian, membuatku tersenyum
Satu perhatian, melenyapkan keletihan
Satu perhatian, menyerap kepenatan
Satu sapaan, satu kata, satu perhatian membuatku berhenti, dan tersenyum
great,19 Feb 2010
Satu sapaan, memberikan secercah cahaya
Satu sapaan, menyejukkan lidah yang kering
Satu kata, membuatku tersenyum
Satu kata, mengantarkan sebuncah energi
Satu kata, melimpahkan kesegaran
Satu perhatian, membuatku tersenyum
Satu perhatian, melenyapkan keletihan
Satu perhatian, menyerap kepenatan
Satu sapaan, satu kata, satu perhatian membuatku berhenti, dan tersenyum
great,19 Feb 2010
Wednesday, May 13, 2009
Melihat langit dengan cakrawala sebagai batasnya
Nick Vujicic said, "If I can trust in God with my circumstances, then you can trust in God in your circumstances..The greatest joy of all is having Jesus Christ in my life and living the Godly purpose He has for me."
Melihat pernyataan diatas, membuat gw sedikit bergidik..Seorang Nick yang terlahir tanpa tangan dan kaki, bisa berpikir seluas itu. Ketika dia menjadikan dirinya sebagai indikator dari suatu keterbatasan, gw udah ngga bisa ngomong apa-apa lagi. Membuat gw merasa betapa gw kurang dalam mengucap syukur untuk semua yang udah gw punya, yang udah Tuhan percayakan buat gw.
Plus membuat gw tersadar bahwa selama ini gw dengan keterbatasan yang ngga seberapa (jika dibandingkan denga Nick), masih aja belum melayani Tuhan dengan sepenuh hati gw. Belum mempercayakan hidup gw sepenuhnya di tanganNya.
Nick bisa berkata seperti itu pastilah dengan suatu proses, proses pembelajaran yang tiada henti di hidupnya. Proses pembentukan Tuhan yang biasanya kita rasakan sangat keras, tapi memiliki tujuan yang lembut di dalamnya.
So, guys, yuks kita mulai perlahan-lahan untuk tidak melihat kelemahankita sebagai keterbatasan, tetapi melihatnya sebagai alat Tuhan untuk tetap memuliakan namanNya.
All the glory always unto Him
Melihat pernyataan diatas, membuat gw sedikit bergidik..Seorang Nick yang terlahir tanpa tangan dan kaki, bisa berpikir seluas itu. Ketika dia menjadikan dirinya sebagai indikator dari suatu keterbatasan, gw udah ngga bisa ngomong apa-apa lagi. Membuat gw merasa betapa gw kurang dalam mengucap syukur untuk semua yang udah gw punya, yang udah Tuhan percayakan buat gw.
Plus membuat gw tersadar bahwa selama ini gw dengan keterbatasan yang ngga seberapa (jika dibandingkan denga Nick), masih aja belum melayani Tuhan dengan sepenuh hati gw. Belum mempercayakan hidup gw sepenuhnya di tanganNya.
Nick bisa berkata seperti itu pastilah dengan suatu proses, proses pembelajaran yang tiada henti di hidupnya. Proses pembentukan Tuhan yang biasanya kita rasakan sangat keras, tapi memiliki tujuan yang lembut di dalamnya.
So, guys, yuks kita mulai perlahan-lahan untuk tidak melihat kelemahankita sebagai keterbatasan, tetapi melihatnya sebagai alat Tuhan untuk tetap memuliakan namanNya.
All the glory always unto Him
Subscribe to:
Posts (Atom)