Tuesday, August 14, 2018

Pertemuan di Commuter Line

Ku naik commuter line di hari itu

Ku teguhkan pada hati bahwa inilah saatnya

Ku putuskan 'tuk akhiri segalanya

Tiba-tiba muncullah ia disampingku

Agak terkejut ku rasakan, tak terpikirkan akan bertemu ia di sini

Ku lihat jam di pergelangan tangan kananku

Pantas sudah jam 5 sore, memang waktunya untuk ia muncul

Kulihat warna pucat mukanya

Apakah ia sedang sakit? 

Atau sedang banyak pikiran?

Sesekali dia berusaha membuatku tersenyum

Dengan binar mata yang dapat kutangkap disela-sela kelelahannya

Dia terus disampingku berbicara tanpa henti

Aku terdiam sembari bersyukur dia ada di sampingku

Menyertaiku di dalam perjalanan sorw ini

Jam di telepon pintarku sudah menunjukkan kurang dari 5 menit menuju pukul 6

Aku tahu dia harus pergi, dan dia tahu aku seringkali tidak rela dia ketika pergi

"Besok kau bisa melihatku lagi", katanya

Aku tahu, sangat tahu hal itu

"Besok kita bisa bertemu di tempat berbeda,

Tempat favorit mu di undakan anak tangga itu", katanya meyakinkanku

Aku hanya terdiam

"Kau bisa melalui malam ini", katanya dengan nada yang yakin

"Kau juga bisa menyelesaikan hal itu dengan tuntas", katanya sambil menepuk pundakku

Aku hanya mengangguk sambil menatapnya

Dan dia pun pergi ke balik awan-awan yang sudah menunggunya sedari tadi

Meninggalkan semburat yang tidak terlalu merah namun selalu indah

KRL Commuter Line menuju Gondangdia

14 Agustus 2018

No comments:

Post a Comment