Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Monday, March 26, 2018

Cinnamon and coffee caramel night

Denting piring dan sendok yang beradu

Aroma kayu manis bercampur dengan kopi yang kental

Membawa jiwaku pada realitas malam itu

Saat firasat mengatakan pertemuan pertama ini juga merupakan yang terakhir

Ku tatap kedua alismu yang bergerak-gerak lucu saat menuturkan mimpi-mimpimu

Nada suaramu yang renyah saat tertawa oleh leluconmu sendiri

Senyum gugupmu saat kamu menyadari kekeliruan kecilmu

Gerakan tanganmu yang tak beraturan seiring isi pembicaraan yang semakin serius

Tanpa kamu sadari, aku meresapi setiap momen, merekamnya di dalam kalbu, menaruhnya di satu ruang dengan pintu bertuliskan:

"Cinnamon and coffee caramel night"

G
Depok
March 26th 2018

Wednesday, March 14, 2018

Kala itu

Heart don't break around here.. lagu Ed Sheeran yg sedang ku dengar kala itu..kala aku merindumu..merindu caramu memandangku..merindu caramu tersenyum padaku..merindu kerling matamu yg melingkupi hari-hariku..kala itu yang tidak akan tergantikan oleh apapun, siapapun.

He said heart don't break around here, but my heart break everytime I remember that look, that smile, that eyes are not belong to me anymore.

G
March 14th 2018

Monday, February 26, 2018

Tertular

Tatapan dalam dan tajam menusuk setiap mata yang balas memandangnya
Sosok yang teguh berdiri walaupun raga terlihat ingin roboh ke bumi
Suara yang menggelegar menggema ke setiap ruangan kosong di jiwa
Semangat yang membara terpancar dari pribadi yang berdiri tepat dihadapanku

Ketulusan menyelinap di setiap kata yang dikeluarkan
Rasa iba dan prihatin ditularkan pada telinga yang setia mendengarkan
Kharisma menyeruak keluar dari setiap tetesan keringat yang mengalir di dahi

Ku hanya bisa terkesima mengikuti langkah ceritanya
Mataku menggenggam erat sosoknya
Menyerap segenap laku dan tindak tanduknya
Berharap dapat mengejawantahkan mimpi yang terkubur di asa

G
Di gerbong KRL menuju stasiun Sudirman
27 Februari 2018

Hanya satu

Semakin ku pikir semakin abu abu
Semakin ku peras otakku semakin kabur pandanganku
Ku sadari hatiku dipenuhi rasa ragu
Melihat jauh ke depan dengan tatapan lesu

Hanya satu pilihanku
Serahkan semua kepada Yang Empunya Waktu
Berikan segenap asa kepada Sang Pemberi Restu
Bukan tak mungkin pahitnya kenangan diubah menjadi semanis madu

G
Depok 
27 Februari 2018

Sunday, February 25, 2018

kali pertama

seyummu yang ramah
menghangatkan di tengah terpaan angin malam
nada suaramu yang ceria
renyah dan selalu melihat sisi terbaik dari dunia
terima kasih malam, untuk kali pertama ku jumpa dia

Depok, 10 Februari 2018